Tadi aku pagi yang lahir dari mimpimu.
Kini kamu malam yang menua dari ingatanku.
Mungkin esok aku jadi semua malam dan pagimu.
Mungkin juga esok aku tak jadi penanda harimu.
Waktu itu realita yang membeku di keningmu.
Jika kau diamkan terlalu lama ia cair di mataku. -Adimas Imanuel
Aku menerka isi dari puisi ini, kurang lebih ini bercerita tentang seorang kekasih yang awalnya menjadi orang yang sangat berarti bagi pasangannya "tadi aku pagi yang lahir di mimpimu"
Namun seiring berjalannya waktu ia sadar bahwa akan ada kemungkinan dia dilupakan "mungkin juga esok aku tak jadi penanda harimu".
Dan ketika kenyataan itu terjadi "waktu itu realita membeku di keningmu", dia akan merasa sedih dan menangis "Jika kau diamkan terlalu lama ia cair di mataku".
Aku menyukai saat menerka-nerka arti dari sebuah puisi, tapi tanpa tau artinyapun juga tidak apa-apa. tak ada batasan untuk menikmati puisi. sebagi pilihan kita bisa menikmati diksi dan sajak yang dibuat oleh penulisnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar