Tadi aku pagi yang lahir dari mimpimu.
Kini kamu malam yang menua dari ingatanku.
Mungkin esok aku jadi semua malam dan pagimu.
Mungkin juga esok aku tak jadi penanda harimu.
Waktu itu realita yang membeku di keningmu.
Jika kau diamkan terlalu lama ia cair di mataku. -Adimas Imanuel
Aku menerka isi dari puisi ini, kurang lebih ini bercerita tentang seorang kekasih yang awalnya menjadi orang yang sangat berarti bagi pasangannya "tadi aku pagi yang lahir di mimpimu"
Namun seiring berjalannya waktu ia sadar bahwa akan ada kemungkinan dia dilupakan "mungkin juga esok aku tak jadi penanda harimu".
Dan ketika kenyataan itu terjadi "waktu itu realita membeku di keningmu", dia akan merasa sedih dan menangis "Jika kau diamkan terlalu lama ia cair di mataku".
Aku menyukai saat menerka-nerka arti dari sebuah puisi, tapi tanpa tau artinyapun juga tidak apa-apa. tak ada batasan untuk menikmati puisi. sebagi pilihan kita bisa menikmati diksi dan sajak yang dibuat oleh penulisnya.
Senin, 25 November 2013
Surat Untuk Tuhan
Dear Tuhanku yang maha penyayang,
Tuhan... surat ini isinya sama seperti doaku yang lalu-lalu, Engkau pasti sudah sering mendengarnya bukan?.
Pagi tadi aku berjalan melewati kompleks perumahan, di kiri jalan sebuah rumah yang kokoh berdiri dengan megahnya. aku melihat pagarnya yang begitu indah dengan ukiran disana sini, indah sekali. jika pagarnya saja bagus dan kokoh seperti itu bagaimana dengan rumahnya? pasti sangat indah dan nyaman ditempati.
Seumur hidupku aku memimpikan mempunyai rumah yang seperti itu. Tolong simpankan rumah yang seperti itu untukku ya Tuhan. Ibuku juga sangat mengidamkannya, karena setiap hari kami tinggal dirumah yang gentingnya bocor dan lantainya becek. Kelak aku akan membangunkan rumah yang seperti itu untuk ibuku ya Tuhan, agar keluargaku kelak hidup dengan nyaman di dalam rumah itu. Di rumah yang didalamnya slalu terpelihara rasa syukur kepadaMu..
Tolong tenagailah aku ya Tuhan untuk mencapai masa depan yang baik...Aku tahu aku berhak untuk itu
Aku akan berupaya menjadi pantas untuk menerima rumah yang indah itu darimu.
-dari aku... hambamu
Tuhan... surat ini isinya sama seperti doaku yang lalu-lalu, Engkau pasti sudah sering mendengarnya bukan?.
Pagi tadi aku berjalan melewati kompleks perumahan, di kiri jalan sebuah rumah yang kokoh berdiri dengan megahnya. aku melihat pagarnya yang begitu indah dengan ukiran disana sini, indah sekali. jika pagarnya saja bagus dan kokoh seperti itu bagaimana dengan rumahnya? pasti sangat indah dan nyaman ditempati.
Seumur hidupku aku memimpikan mempunyai rumah yang seperti itu. Tolong simpankan rumah yang seperti itu untukku ya Tuhan. Ibuku juga sangat mengidamkannya, karena setiap hari kami tinggal dirumah yang gentingnya bocor dan lantainya becek. Kelak aku akan membangunkan rumah yang seperti itu untuk ibuku ya Tuhan, agar keluargaku kelak hidup dengan nyaman di dalam rumah itu. Di rumah yang didalamnya slalu terpelihara rasa syukur kepadaMu..
Tolong tenagailah aku ya Tuhan untuk mencapai masa depan yang baik...Aku tahu aku berhak untuk itu
Aku akan berupaya menjadi pantas untuk menerima rumah yang indah itu darimu.
-dari aku... hambamu
Langganan:
Postingan (Atom)