Tanggal yang aku ingat di bulan mei bukanlah tanggal anniversary hari jadianku dgn pacarku...hehe mianhe...
Yang
aku ingat adalah tanggal dimana temanku pergi meninggalkan dunia ini.
Malam yang lalu seseorang mengirim pesan ke nomerku, dia temanku namanya
sam. dia cerita kalo baru aja dia mengaktifkan akun pacarnya karena dia
merindukannya, semenjak dia meninggal sam lah yang menutup semua akun
media sosial milik pacarnya itu... saat aku diberitahu sam aku mencoba
membuka link yang dia kirimkan itu dan melihat kembali foto2nya,
pacarnya itu temanku baikku juga. seorang teman yang begitu polos dan
manis, sekarang aku tidak bisa melihat dia tersenyum lagi.
Dalam
hidup ini semua orang mempunyai dramanya masing-masing, termasuk aku
dan sam... haha saat aku mengingat kenangan ini rasanya seperti melihat
sebuah drama. Dulu aku dan pacarnya sam sering pulang bersama, bus yang
selalu mengantar kami pulang adalah bus berwarna kuning itu, kami akan
duduk menunggu bus sambil mengobrol dan saling mengejek tentang nama
korea yang diberikan guru kami saat mengikuti ekskul bahasa korea, kami
akan saling pamer hadiah yang diberikan guru itu pada kami yang rajin
berangkat ikut ekskul, entah apa lagi yang kita lakukan semua itu penuh
kenangan, suatu hari aku tidak pulang bersamanya karena dia bilang masih
ada jam pelajaran, aku berjalan sendirian dan naik bus sendirian, aku
memilih tempat duduk yang sepi, tapi tiba-tiba seseorang menarik
rambutku dari belakang tapi saat menengok aku tidak melihat siapapun
yang aku kenal, aku pikir hanya org iseng saja lalu aku abaikan tapi dia
yang menarik rambutku lama-lama terawa cekikikan dan aku mengenal suara
tawa itu, yap yang duduk di belakangku adalah dua orang yang lagi
kasmaran dan mengerjaiku. aku lalu menoleh dan marah2 "kenapa bohong?!
bilang aja kamu pengen pulang bareng sama sam, iya kan?! pake alasan ada
pelajaran jurusan segala" sam ikut ketawa dan kami bertiga ada di bus
yang sama sore itu, mreka asyik mengobrol dan tertawa lalu aku menguping
dan ikut tertawa. sore yang menyenangkan...
Tapi
keadaan itu berbalik beberapa bulan setelahnya.... setelah
aku menghadiri acara pemakaman temanku itu. Seperti biasa aku pulang
sendirian lagi, lalu aku memilih tempat duduk yang sepi lagi, duduk
sendirian di tempat yang sama, di dalam bus tidak ada orang yang aku
kenal tapi tiba2 sam masuk ke dalam bus itu dan duduk di sebelahku,
tanpa ekspresi, hanya menyapa saja kami duduk di tempat duduk yg sama
waktu itu dan tenggelam dalam pikiran masing2. Lalu sepanjang jalan aku
hanya melihat pemandangan di luar jendela dan berharap angin sore itu
membawa pergi aura kesedihan yang penuh sesak di tempat dudukku ini. Aku
berdoa di dalam hati "semoga perjalananmu selanjutnya akan
menyenangkan". :)